Skip to main content
Ilustrasi Tas Birkin Buatan Hermes Paris

Super Eksklusif Tidak Melulu Tentang Merk Brand Atau Produk

Mungkin kita pernah mendengar sebuah produk diberi label eksklusif oleh produsen yang membuatnya. Misalnya karena harganya mahal, atau karena produksinya terbatas, atau bisa juga karena hanya tersedia untuk jangka waktu yang singkat.

Iklan Afiliasi

Namun ada sebuah merk tas dari Hermes yang bernama Birkin, di mana tas sangat mahal ini (mulai dari Rp 4,3 miliar) meski sudah memenuhi kriteria di atas tetap saja tidak akan dijual kepada sembarang orang. Apakah ini yang disebut super eksklusif?

Bayangkan saja, ada seorang crazy rich yang sanggup membayar berapapun untuk sebuah tas, dia tidak serta merta boleh meraih Hermes Birkin. Karena ada jalur panjang yang harus dilewati dulu.

Orang itu harus menjadi pelanggan loyal dulu kepada produk-produk Hermes (yang juga pasti mahal) seperti pakaian, parfum, jam tangan, dan lainnya. Kemudian pada titik tertentu barulah Hermes akan memberi akses khusus padanya untuk membeli Hermes Birkin. Bukan setahun atau dua tahun, bahkan akses ini ada yang baru keluar setelah masa penantian enam tahun!

Iklan Afiliasi

Saya pribadi takjub kok ya kepikiran Hermes membuat rule seperti itu demi menjaga eksklusivitas salah satu produknya. Padahal kalau memang mau cari untung, bebaskan saja orang membeli sejak hari pertama. Namun kalau direnungkan lagi, justru cara inilah yang membuat Hermes Birkin terjaga nama besarnya.

Kalau Saudara masih bingung, saya beri contoh yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari misalnya bulan Ramadhan. Bulan mulia ini sejatinya super eksklusif. Tidak sembarang orang bisa meraih keberkahannya. Mungkin semua orang menjumpai, tetapi bukan berarti meraihnya. Karena ada jalur panjang yang harus dilewati dulu.

Orang itu harus menjadi hamba yang loyal dulu kepada ibadah-ibadah Ramadhaniyyah seperti membaca Al-Quran, puasa sunnah, shalat sunnah malam hari, bersedekah dan lainnya. Sekurangnya pada bulan Rajab dan Sya'ban.

Iklan Afiliasi

Barulah saat Ramadhan tiba, ia akan mendapat akses khusus untuk mencintai dan menikmati ibadahnya yang sangat indah. Senada dengan wasiat Al-Imam Abu Bakar Al-Balkhi,

مثل شهر رجب كالريح ، ومثل شعبان مثل الغيم ، ومثل رمضان مثل المطر ، ومن لم يزرع ويغرس في رجب ، ولم يسق في شعبان فكيف يريد أن يحصد في رمضان .

Bulan Rajab seperti angin, bulan Sya’ban bagaikan mendung dan bulan Ramadhan bagaikan hujan. Siapa yang tidak menanam di bulan Rajab, lalu tidak menyiram tanamannya di bulan Sya’ban, maka jangan berharap ia bisa menuai hasil di bulan Ramadhan.”

Oleh karena itu, meskipun kita seorang crazy rich yang sanggup membayar berapapun untuk berjumpa Ramadhan, tidak serta merta kita lantas meraihnya. Beginilah rule yang membuat Ramadhan terjaga kemuliaannya.

Sahabatmu.

Semoga bermanfaat


RuangMuamalah.id didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Komisi afiliasi ini kami gunakan untuk pengelolaan website dan perpanjangan sewa domain serta hosting. Jazakallah khoir.


 

 

  • Hits: 260