Skip to main content
Ilustrasi Media Promosi

Standar Syariah Pada Aspek Strategi Bauran Pemasaran: Promosi (2/2)

Strategi pemasaran yang paling umum dan standar digunakan oleh kebanyakan perusahaan adalah strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari produk (Product), harga (Price), Saluran Penjualan (Placement), dan Promosi (Promotion). Berikut ini kami sampaikan standar-standar syariah terkait Promosi (Promotion): Sumpah Palsu dan Materi Iklan.

DAFTAR ISI

Standar Syariah Dalam Promosi (Promotion)

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya.

Dengan adanya promosi produsen atau distributor mengharapkan kenaikan angka penjualannya.

Promosi biasanya menyampaikan apa yang menjadi diferensiasi (perbedaan) produk dan bagaimana produk tersebut bisa diinformasikan semenarik mungkin dengan menggunakan media yang paling tepat.

Aktivitas promosi (i’lan) yang biasa dilakukan terkait dengan media yang digunakan adalah below the line dan upper the line.

Below the line activities adalah kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan dengan kegiatan-kegiatan yang langsung bertemu dengan konsumennya. Sedangkan upper the line activities dilakukan melalui media massa yang sifatnya massal.

Iklan Afiliasi

Terkait dengan dua tipe aktivitas ini tidak menjadi persoalan menurut syariah. Hanya yang harus diperhatikan adalah isi dari promosi dan bagaimana promosi itu di deliver ke konsumen.

Standar syariah terkait promosi adalah:

Tidak Boleh Bersumpah Palsu Untuk Melariskan Dagangan

Tidak sedikit orang yang ingin mempromosikan dagangannya dengan meyakinkan orang lain akan sangat luar biasanya produknya. Bahkan ada yang menggunakan sumpah-sumpah untuk meyakinkan calon konsumennya.

Namun, kondisi sebenarnya dari barang tersebut tidaklah sehebat atau sedahsyatnya yang dikatakannya. Hal semacam ini masuk kedalam kategori sumpah palsu. Melakukan hal ini dalam materi promosi adalah haram.

"Sumpah yang jahat (dusta) memang bisa mengembangkan harta, tapi akan menghapus (keberkahan dan pahala) usaha.” (Mutafaq ‘alaih).

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw., bersabda:

Sumpah itu melariskan dagangan, tetapi menghapuskan keberkahan.” (HR. Bukhari)

Abdullah bin Abi Aufa Radhiyallahu ‘anhu berkata ada seseorang yang menawarkan suatu barang di pasar, lalu dia bersumpah atas nama Allah bahwa dia telah memberikan harga yang paling rendah yang belum pernah diberikan, agar ada seorang muslim yang terjebak, lalu turunlah ayat.

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berbicara pada mereka dan tidak (pula) akan melihat kepada mereka pada hari Kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka Adzab yang pedih” (TQS. Ali Imron: 77)

Iklan Afiliasi

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

Artinya: Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak juga dilihat dan di sucikanNya, dan bagi mereka adzab yang sangat pedih; seseorang yang mempunyai kelebihan air di sebuah jalanan, dimana dia menghalangi para pejalan dari air tersebut, lalu seseorang membai’at seseorang –dalam sebuah riwayat: seorang imam- yang dia tidak membai’atnya melainkan untuk kepentingan dunia, yang jika orang dibai’atnya itu memberi apa yang dia inginkan, maka dia akan mentaatinya dan jika tidak maka dia tidak mentaatinya, serta seseorang yang menawar barang dagangan orang lain setelah Ashar, lalu dia (penjual) bersumpah dengan menggunakan nama Allah bahwa dia benar-benar telah memperoleh barang tersebut sekian dan sekian, lalu diambillah oleh orang itu” (HR. Ahmad)

Larangan-Larangan Terkait Materi Iklan

Materi iklan bisa berupa tulisan, simbol-simbol, gambar, suara dan video bergerak:

Dilarang membuat materi iklan baik berupa tulisan, simbol-simbol, gambar, suara ataupun video yang menyerukan atau mempromosikan hadharah-hadharah diluar Islam. Seperti iklan orang berpacaran atau menunjukkan aktivitas pergaulan bebas.

Menyerukan ide-ide kufur seperti demokrasi, pluralisme dan yang berupa hadharah lainnya. Penjelasan dan dalilnya terdapat di artikel-artikel sebelumnya.

Diharamkan menggunakan media iklan berupa gambar makhluk bernyawa hasil lukisan tangan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Setiap pelukis tempatnya adalah neraka. Akan dijadikan pada setiap gambar yang dilukisnya memiliki nyawa dan mengadzabnya di dalam neraka Jahannam". (HR. Bukhari)

Iklan Afiliasi

Ibnu Abbas berkata, "Apabila Anda harus menggambar, maka gambarlah pepohonan dan yang tidak memiliki nyawa."

Diharamkan secara umum menggunakan wanita sebagai bintang iklan, sebab dapat mendatangkan fitnah. Diharamkan juga wanita sebagai sales promotion girl dengan berpakaian yang tidak menutup aurat sempurna.

Wanita itu aurat maka bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.” (HR. At-Tirmidzi)

Setiap mata itu berzina. Bila seorang wanita memakai wewangian kemudian ia melewati majelis laki-laki (yang bukan mahramnya) maka wanita itu begini dan begitu.” (HR. At-Tirmidzi)

Diperbolehkan dengan kekhususan wanita sebagai bintang iklan dengan menutup aurat secara sempurna (jilbab dan khimar), tidak ber-tabaruj, tidak memakai wewangian, tanpa ada lawan main lelaki yang bukan mahramnya dan untuk materi iklan yang tidak menggambarkan unsur sensualitas kewanitaan.

Diharamkan menggunakan suara wanita yang merdu mendayu, lembut menggoda sebagai iklan, sebab suara wanita yang demikian dilarang. Sebagaimana firman Allah SWT:

Maka janganlah kamu (para wanita) melembut-lembutkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (TQS. Al-Ahzab [33]: 32)

Diharamkan iklan dengan model pria yang menyerupai wanita atau wanita menyerupai pria. Baik pakaian, tingkah laku ataupun suaranya. Dari Ibnu Abbas dia berkata:

Rasulullah SAW melaknat mukhannasin (laki-laki yang menyerupai perempuan) dan mutarajjilat (perempuan yang menyerupai laki-laki).” (HR. Bukhari)

Diharamkan iklan dengan disertai lagu-lagu atau musik yang mengajak kepada kekufuran, kemaksyiatan atau lagu-lagu yang bernuansa pergaulan bebas.

 

Wallahu a'lam bish showaab.

 

Bahan Rujukan

 

Sumber: eBook Standar Syariah Pada Aspek Pemasaran Bag 2 karya Ustadz Fauzan Al Banjari.

 

RuangMuamalah.id didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Komisi afiliasi ini kami gunakan untuk pengelolaan website. Terima kasih.

Ikuti kami juga di Google News Publisher untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru dari gawai Anda.

 

 

#KonversiBisnisSyariah, #ArtikelUstadzFauzanAl-Banjari, Standarisasi Syariah