Skip to main content
Ilustrasi Organisasi Barang Kantor

Standar Syariah Pada Organisasi Dan Manajemen: Bagian 1 Dari 3 Artikel

Di artikel kali ini kita insya Allah akan membahas tentang standar syariah pada aspek organisasi dan manajemen. Bagi 1 dari 3 artikel:

DAFTAR ISI

Memahami Aspek Organisasi dan Manajemen Bisnis

Iklan Afiliasi

Aspek organisasi dan manajemen dalam disiplin ilmu perancangan usaha sesungguhya menyoroti tentang kelayakan orang-orang yang menjalankan bisnis (pengorganisasian bisnis) serta perencanaan dalam tata kelola mereka terhadap bisnis (manajemen bisnis) yang akan dijalankan.

Untuk mengetahui kelayakan orang-orang yang menjalankan bisnis maka dibutuhkan informasi yang lengkap terkait dengan kualifikasi SDM yang layak untuk mengerjakan atau menjalankan bisnis tersebut dan bagaimana perusahaan dapat memperolehnya.

Kualifikasi SDM baru dapat ditentukan apabila telah ditetapkan jenis-jenis pekerjaan agar bisnis tersebut berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Jenis-jenis pekerjaan tersebutlah yang kemudian dikelompokkan sehingga diperoleh tugas-tugas pokok.

Setiap tugas-tugas pokok pasti membutuhkan kemampuan dan keahlian yang berbeda-beda.

Begitu pula tugas-tugas tersebut menimbulkan konsekuensi berupa wewenang dan tanggung jawab. Berdasarkan perbedaan tugas pokok, wewenang dan tanggung jawab inilah sebuah struktur organisasi akan terbentuk.

Sedangkan aplikasi bagaimana struktur tersebut memainkan perannya di dalam organisasi, maka disanalah kemudian sistem manajemen disusun oleh pemilik perusahaan.

Manajemen adalah seni mengatur orang-orang agar mau secara sukarela ataupun tidak untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan demi mencapai tujuan organisasi.

Standar aktivitas manajemen yang dipakai adalah perencanaan (planning), pengaturan (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengontrolan (controlling).

Tugas dari seorang pemilik usaha atau perancang usaha adalah menetapkan semua hal ini. Sehingga dapat meyakinkan dirinya sendiri dan para investor bahwa bisnis yang akan dijalankan benar-benar mampu mencapai keberhasilan dan mengurangi resiko ketidakberhasilan.

Struktur organisasi dan manajemen menentukan apakah usaha tersebut bisa beroperasi atau tidak (workable or not workable).

Perancangan Organisasi Bisnis

Perancangan organisasi adalah salah satu hal penting dalam sebuah perencanaan bisnis. Karena keberadaan organisasi bisnis inilah yang akan menjamin mampu atau tidaknya organisasi tumbuh dan berkembang.

Untuk dapat merancang sebuah organisasi yang efektif, terlebih dahulu harus diketahui apa yang diinginkan oleh perusahaan (visi dan misi perusahaan), apa yang menjadi nilai-nilai inti yang menjadi keyakinan perusahaan (core values).

Setelah itu harus dibuat terlebih proses bisnis perusahaan. Proses bisnis perusahaan akan menentukan apa saja yang akan menjadi aktivitas inti bisnis (core business activities) dan aktivitas-aktivitas pendukungnya (supporting business activities).

Melalui aktvitas inti dan aktivitas pendukung tersebutlah dapat didefinisikan jenis-jenis pekerjaan yang harus dikerjakan. Dengan memahami jenis-jenis pekerjaan maka akan diketahui apa saja kualifikasi yang dibutuhkan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Dari sinilah kemudian dapat ditentukan struktur organisasi yang tepat bagi bisnis. Gambar berikut memberikan langkah-langkah sistematis dalam menyusun organisasi bisnis.

Gambar 1. Langkah Penyusunan Struktur Organisasi Bisnis

 

Setelah masing-masing posisi beserta deskripsi pekerjaan diketahui (dibuatkan gambar struktur organisasi dan jabatan yang menjelaskan masing-masing posisi beserta job deskripsinya).

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat aturan dan prosedur dalam kegiatan kerja, membuat rencana kegiatan dan mengatur jadwal. Untuk mempermudahnya, akan lebih baik jika dibuat dalam bentuk matrik, tabel atau daftar.

Proses Bisnis

Iklan Afiliasi

Proses bisnis (business process) adalah kumpulan aktivitas yang saling berkaitan secara logis yang dilakukan untuk mengatur sumber daya dari suatu bisnis yang dijalankan.(1)

Menurut Manganelli & Klein (1994), proses bisnis didefinisikan sebagai: “Interrelated series of activities that convert business input into business output” (aktivitas-aktivitas yang saling terhubung secara serial yang merubah masukkan menjadi keluaran bisnis).

Masukkan dapat berupa material, peralatan, objek terukur lainnya, ataupun berbagai macam informasi yang kemudian diubah menjadi sejumlah keluaran yang diperlukan oleh penerima.

Penerima terbagi menjadi konsumen internal (internal consumer) dan konsumen luar (eksternal consumer). Konsumen internal dapat berupa departemen, kelompok, atau sejumlah peralatan dan mesin.

Sedangkan konsumen luar adalah orang atau organisasi yang membayar untuk mendapatkan produk atau pelayanan yang diperlukan. Selain itu penerima juga dapat berupa lokasi tempat keluaran yang disimpan untuk kebutuhan yang akan datang.

Proses-proses yang didefinisikan sebagai proses bisnis adalah semua proses yang berhubungan dengan lingkup tanggung jawab suatu unit organisasi dan juga yang bukan namun berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh unit organisasi tersebut.

Proses dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: proses strategis dan proses yang memberikan nilai tambah. Proses strategis terintegrasi dengan bagaimana perusahaan mendefinisikan dirinya sendiri. Proses yang memberikan nilai tambah adalah proses yang penting bagi keinginan dan kebutuhan konsumen dan mereka mau untuk membayarnya.

Sedangkan American Productivity and Quality Center (APQC) membuat pengklasifikasian proses bisnis menjadi:

Proses Operasional
  1. Pengembangan visi dan strategi
  2. Perancangan dan pengembangan produk dan jasa
  3. Pemasaran dan Penjualan barang dan jasa
  4. Pendistribusian barang dan jasa
  5. Mengatur pelayanan konsumen
Proses Manajemen dan Pendukung

Iklan Afiliasi

  1. Pengembangan dan pengaturan SDM.
  2. Manajemen Teknologi Informasi dan pengetahuan.
  3. Manajemen sumber-sumber keuangan.
  4. Pemenuhan, pembangunan dan pengaturan property.
  5. Manajemen kesehatan dan keamanan lingkungan kerja
  6. Manajemen hubungan eksternal.
  7. Manajemen peningkatan dan perubahan.

Manfaat yang diperoleh melalui penyusunan proses bisnis adalah memberikan pemahaman yang mendalam akan bagaimana proses pencapaian misi dan tujuan secara keseluruhan.

Proses bisnis dapat menggambarkan bagaimana suatu unit bisnis dapat mencapai sasaran, tujuan dan misi perusahaan. Proses bisnis merupakan dasar untuk menentukan peta/arsitektur aktivitas pekerjaan yang dibutuhkan.

Klasifikasi Aktivitas Bisnis

Aktivitas terbagi menjadi tiga tipe(2), yaitu:

  1. Value-adding activities: aktivitas yang memberikan penambahan nilai bagi konsumen.
  2. Hand-off activities: aktivitas yang dilakukan lebih dari satu bagian dan memiliki aliran aktivitas yang terkait antar bagian, baik secara fungsi, departemen atau organisasi.
  3. Control activities: aktivitas yang dibuat untuk mengontrol hand-off activities

Struktur Organisasi.

Struktur organisasi adalah kerangka kerja formal organisasi dimana tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan.(3)

Terdapat 4 komponen dasar yang merupakan kerangka dalam memberikan definisi tentang struktur organisasi:(4)

  1. Struktur organisasi memberikan gambaran mengenai pembagian tugas serta tanggung jawab kepada individu maupun bagian-bagian pada suatu organisasi.
  2. Struktur organisasi memberi gambaran mengenai hubungan pelaporan yang ditetapkan secara resmi dalam suatu organisasi. Tercakup dalam hubungan pelaporan yang resmi ini banyaknya tingkatan hirarki serta besarnya rentang kendali dari semua pimpinan disemua tingkatan dalam organisasi.
  3. Struktur organisasi menetapkan pengelompokkan individu, menjadi bagian organisasi, dan pengelompokkan bagian-bagian organisasi menjadi suatu organisasi yang utuh.
  4. Struktur organisasi menetapkan sistem hubungan dalam organisasi yang memungkinkan tercapainya komunikasi, koordinasi, dan pengintegrasian segenap kegiatan organisasi, baik kearah vertikal maupun horisontal.

 

Wallahu a'lam bish showaab.

 

Bahan Rujukan

  1.  IBM, 1984
  2. Manganelli & Klein, 1994
  3. Robbins, 2003
  4. Child, 1972

 

Sumber: eBook Standar Syariah Pada Aspek Organisasi Bag 1 karya Ustadz Fauzan Al Banjari.

 

RuangMuamalah.id didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Komisi afiliasi ini kami gunakan untuk pengelolaan website. Terima kasih.

Ikuti kami juga di Google News Publisher untuk mendapatkan notifikasi artikel terbaru dari gawai Anda.

#KonversiBisnisSyariah, #ArtikelUstadzFauzanAl-Banjari, Standarisasi Syariah, Organisasi & Manajemen