Skip to main content
Ilustrasi Koin Dinar Emas Dinasti Bani Umayyah. Sumber: icollector.com

Dinar Emas: Sejarah Dan Deskripsinya Berdasarkan Hukum Syari’ah Islam

Berikut sekilas sejarah penggunaan dan apa itu dinar emas berdasarkan hukum syari'ah Islam, juga beberapa jenis koin dinar yang didistribusikan di zaman modern:

DAFTAR ISI

Apa Itu Dinar Emas Syari'ah?

Dinar emas berdasarkan Hukum Syari’ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce. Dengan demikian, dinar emas memiliki berat 4,45 gram.

World Islamic Mint (WIM), mengikuti pendapat Syaikh Yusuf Qardhawi, menetapkan 1 dinar memiliki berat 4,25 gram. Ketentuan berat 1 dinar = 4,25 gram ini diikuti oleh beberapa pihak seperti Kerajaan Kelantan Malaysia, Wakala Induk Nusantara Indonesia, dan Gerai Dinar Indonesia.

Khalifah Umar bin Khattab ra. menentukan standar antar keduanya berdasarkan beratnya masing-masing: "7 dinar harus setara dengan 10 dirham."

Al-Qur'an dan As Sunnah menyatakan mengenai Dinar dan banyak sekali hukum hukum yang terkait dengannya seperti zakat, pernikahan, hudud dan lain sebagainya.

Sehingga dalam Islam, Dinar memiliki tingkat realita dan ukuran tertentu sebagai standar penghitungan (untuk Zakat dan lain sebagainya) di mana sebuah keputusan dapat diukurkan kepadanya dibandingkan dengan alat tukar lainnya.

Iklan Afiliasi


Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah menyebutkan bahwa "Berat (dalam emas murni) dari dinar adalah tujuh-puluh dua biji gandum habbah sya'ir (Barli) ukuran sedang dan dipotong kedua ujungnya yang memanjang."... "Hal ini ijma' diakui para ulama dan merupakan konsensus umum di mana hanya Ibn Hazm yang menyelisihinya." (Muqaddimah halaman 316).

Sejarah Penggunaannya

Sistem moneter pada awal kemunculan Islam hingga masa Khulafaur-Rasyidin tidak banyak berbeda dari masa sebelum Islam. Al-Balazdari menuturkan: "Dinar Heraklius (Kaisar Byzantin) dan Dirham Baghli dari Persia telah digunakan penduduk Mekah, dan hal ini terus berlangsung hingga masa Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar ra.".

Koin awal yang digunakan oleh kaum Muslimin merupakan duplikat dari koin dinar emas Bizantium, yang dicetak di bawah otoritas Khalifah Umar ra. Hal yang membedakan koin Umar dengan koin aslinya adalah adanya tulisan Arab yang berlafazkan “Bismillah”. Sejak saat itu tulisan "Bismillah" dan bagian dari Al Qur’an menjadi suatu hal yang lazim ditemukan pada koin yang dicetak oleh kaum Muslimin.

Standar dari koin yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn al-Khattab, berat dari 10 Dirham adalah sama dengan 7 Dinar (1 mitsqal).

Pada tahun 75 Hijriah (695 Masehi) Khalifah Abdul Malik bin Marwan memerintahkan Al-Hajjaj untuk mencetak Dirham untuk pertama kalinya, dan secara resmi dia menggunakan standar yang ditentukan oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Khalifah Abdul Malik bin Marwan memerintahkan bahwa pada tiap koin yang dicetak terdapat tulisan: "Allahu ahad, Allahush shamad". Dia juga memerintahkan penghentian cetakan dengan gambar wujud manusia dan binatang dari koin dan menggantinya dengan huruf-huruf.

Iklan Afiliasi



Perintah ini diteruskan sepanjang sejarah Islam. Dinar dan Dirham biasanya berbentuk bundar, dan tulisan yang dicetak diatasnya memiliki tata letak yang melingkar.

Lazimnya di satu sisi terdapat kalimat “tahlil” dan “tahmid”, yaitu, “La ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah” sedangkan pada sisi lainnya terdapat nama otoritas atau Khalifah atau Amir dan tanggal pencetakan; dan pada masa masa selanjutnya menjadi suatu kelaziman juga untuk menuliskan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, dan terkadang, ayat Qur’an.

Koin emas menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya Kesultanan Utsmaniyah dan kesultanan-kesultanan muslim lainnya. Sejak saat itu, lusinan mata uang dari beberapa negara dicetak di setiap negara era paska kolonial di mana negara-negara tersebut merupakan pecahan dari negeri-negeri muslim.

Jenis Jenis Koin Dinar Emas Modern

Koin Dinar dicetak dan di distribusikan oleh beberapa pihak. Desain koin dinar emas modern berbeda beda sesuai pencetaknya. Beberapa jenis koin dinar yang sudah dicetak saat ini:

Dinar Dubai

Uni Emirat Arab mencetak koin Dinar dengan desain Masjid Nabawi Madinah

Dinar Kelantan

Wilayah bagian Kelantan mencetak koin Dinar dengan desain simbol wilayah bagian Kelantan. Dinar dan dirham telah menjadi mata uang resmi selain ringgit di wilayah Kelantan.

Dinar Wakala Induk Nusantara

Wakala Induk Nusantara mencetak dan mengedarkan koin Dinar Emas dengan 2 seri, yaitu Seri Haji, Seri Nusantara.

Untuk desain Seri Haji mirip dengan Dinar yang dicetak di Dubai Uni Emirat Arab. Selain koin tersebut, Wakala Induk Nusantara juga mengedarkan koin dari Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Ternate.

Iklan Afiliasi

Kesultanan Cirebon telah mencetak dan mengedarkan dinar emas sejak Desember 2012. Koin yang diedarkan oleh jaringan Wakala Induk Nusantara berdasarkan berat 1 dinar = 4.25 gram dan diterbitkan dengan kemurnian 22 karat.

Dinar IMN

IMN adalah yang pertama kali memperkenalkan dan mencetak dinar dan dirham di Indonesia pada tahun 2000, kemudian pada tahun 2010 IMN mengeluarkan hasil penelitian sejarah, fikih dan timbangan mitsqal yang diikuti dengan Fatwa Atas Berat dan Kadar Untuk Dinar dan Dirham. Hasil penting ini adalah menyatakan 1 setara dengan 4.44 gram emas (1/7 troy ounce).

Dinar Logam Mulia

PT Logam Mulia mencetak koin Dinar dengan desain Masjidil Haram di Mekkah

Dinar 24 Karat

PT Logam Mulia juga mencetak koin Dinar dengan kadar 24 karat

Dinar Public Gold 24 karat

UBS Gold juga mencetak koin Dinar berkadar 24 karat untuk Public Gold

Dinar Perhimpunan BMT Indonesia

Perhimpunan BMT Indonesia atau PBMT mencetak Dinar Emas Batangan atau Dinarbar dengan satuan berat 4,444 gram dengan kemurnian 99,99. PBMT adalah perkumpulan Baitul Maal wat Tamwil seluruh Indonesia dengan keanggotaan hingga 5000 BMT seluruh Indonesia.

Dinar Logam Mulia Nusantara

Logam Mulia Nusantara adalah grup usaha pengembang dinar dan dirham di Indonesia yang memiliki unit-unit atau jejaring bisnis meliputi:

  1. Angsa Emas yang mengedarkan emas batangan,
  2. Dholtinuku sebagai jaringan toko emas di seluruh Indonesia,
  3. Sillaturrahim Emas sebagai jaringan pengusaha, pedagang, pengembang yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi dan investasi dan melakukan pelbagai pelatihan penggunaan dinar dan dirham.

 

Dikutip dari halaman Wikipedia: Dinar Emas.


RuangMuamalah.id didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Komisi afiliasi ini kami gunakan untuk pengelolaan website dan perpanjangan sewa domain serta hosting. Jazakallah khoir.


 

 

Pasar Muamalah, dinar dirham