Skip to main content
Pebisnis Yang Saling Berjabat Tangan

Tentang Syirkah Wujuh: Pengertian, Hukum, Rukun, Dan Ketentuannya

Berikut sekilas tentang kerjasama bisnis (syirkah) Wujuh, yang mencakup pembahasan: pengertian, hukum syara', rukun, ketentuan, dan konsekuensi akadnya:

DAFTAR ISI

Iklan Afiliasi

Pengertian Syirkah Wujuh

Syirkah wujûh adalah berserikatnya dua orang atau lebih dengan harta (modal) dari orang lain selain mereka, yaitu seseorang menyerahkan hartanya kepada dua orang atau lebih dengan cara mudharabah. (1)

Syirkah wujûh disebut juga syirkah ‘ala adz-dzimam. Disebut syirkah wujûh karena didasarkan pada kedudukan, ketokohan, atau keahlian (wujûh) seseorang di tengah masyarakat.

Skema Syirkah Wujûh model 1

Syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak (misal A dan B) yang sama-sama memberikan konstribusi kerja ('amal), dengan pihak ketiga (misalnya C) yang memberikan konstribusi modal (mâl). Dalam hal ini, pihak A dan B adalah tokoh masyarakat.

Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudhârabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudhârabah padanya.

Bentuk kedua syirkah wujûh adalah kerjasama antara dua pihak atau lebih yang ber-syirkah dalam barang yang mereka beli secara kredit, atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya, tanpa kontribusi modal dari masing-masing pihak.

Iklan Afiliasi

Misal: A dan B adalah tokoh yang dipercaya pedagang. Lalu A dan B ber-syirkah wujûh, dengan cara membeli barang dari seorang pedagang (misalnya C) secara kredit. A dan B bersepakat, masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua, sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C (pedagang).

Dalam syirkah wujûh kedua ini, keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, bukan berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki; sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki, bukan berdasarkan kesepakatan. Syirkah wujûh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah 'abdan.

Skema Syirkah Wujûh model 2

Hukum Syirkah Wujuh

Hukum kedua bentuk syirkah di atas adalah boleh, karena bentuk pertama sebenarnya termasuk syirkah mudhârabah, sedangkan bentuk kedua termasuk syirkah 'abdan.

Syirkah mudhârabah dan syirkah 'abdan sendiri telah jelas kebolehannya dalam syariat Islam. (2)

Iklan Afiliasi

Rukun Syirkah Wujuh

Rukun syirkah wujuh mengikuti rukun-rukun pada syirkah mudharabah. Perbedaannya hanya pada pihak pengelola usaha yang harus memiliki ketokohan (wujuh) di masyarakat.

Ketentuan Syirkah Wujuh

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani mengingatkan bahwa ketokohan (wujûh) yang dimaksud dalam syirkah wujûh adalah kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah), bukan semata-semata ketokohan di masyarakat. (3)

Maka dari itu, tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang pejabat atau pedagang besar), yang dikenal tidak jujur, atau suka menyalahi janji dalam urusan keuangan.

Sebaliknya, sah syirkah wujûh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja, tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah) yang tinggi, misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan keuangan.

WalLâh a’lam bi ash-shawâb.

Catatan Kaki

  1. An-Nabhani, 2004: 156
  2. An-Nabhani, 2004: 157
  3. An-Nabhani, 2004: 157

Sumber: eBook SYIRKAH WUJUH oleh Ustadz Fauzan Al Banjari


RuangMuamalah.id didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Komisi afiliasi ini kami gunakan untuk pengelolaan website dan perpanjangan sewa domain serta hosting. Jazakallah khoir.


 

 

#KonversiBisnisSyariah, #ArtikelUstadzFauzanAl-Banjari, Kerjasama Bisnis