Skip to main content
Ilustrasi Bulan Suci Ramadhan

Mentransformasi Diri Di Bulan Suci Ramadhan (Tulisan Ke-5A)

Alhamdulillah, Ramadhan telah berjalan selama lima hari. Ucapan hamdalah tentu saja mencerminkan rasa bahagia di hati setiap mukmin disebabkan karena Allah masih memberikan kesempatan usia dan kesehatan sehingga masih mendapati bulan mulia ini dengan keadaan beribadah menyembah Allah dan beribadah dalam arti luas yakni ketaatan kepada perintah Allah dan menjauhi setiap larangan Allah.

Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan makna kebahagiaan menyambut bulan suci Ramadhan dengan menegaskan bahwa bagaimana tidak bahagia disaat seorang Mukmin mendapatkan kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga dan tertutupnya pintu-pintu neraka.

Bagaimana mungkin seorang yang berakal sehat tidak bahagia disaat mendapatkan kabar bahwa setan-setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu yang menyamai waktu Ramadhan ini?

Iklan Afiliasi


Karena itu hendaknya seorang Mukmin memanjatkan doa selama bulan suci Ramadhan agar Allah selalu memberikan kekuatan untuk istiqomah menegakkan setiap perintah Allah, memberikan manisnya lantunan zikir, memberikan kekuatan untuk senantiasa bersyukur, mendoa agar Allah terus memberikan kesempatan usia agar lebih banyak mendapati bulan suci ini dan terus mendoa agar Allah selalu menjaga dan melindungi dirinya.

Kebahagiaan merasakan ibadah pada bulan suci Ramadhan adalah kebahagiaan dalam arti yang hakiki, yakni kebahagiaan di atas kebahagiaan. Sebab pada faktanya manusia pada umumnya juga merasakan kebahagiaan dalam level dan pengertiannya yang berbeda-beda. Setiap manusia memiliki sudut pandang sendiri dalam memaknai kebahagiaan.

Setiap bangsa memiliki pengertian kebahagiaan yang beragam. Begitu pun setiap ideologi atau pandangan hidup juga memiliki standar kebahagiaan yang berbeda satu dengan yang lain. Ya memang begitulah faktanya.

Karena itu Ramadhan transformatif yang esensinya adalah proses perubahan menghendaki ada perubahan cara pandang seorang mukmin dalam memaknai kebahagiaan dengan mengambil pelajaran dari konsep kebahagiaan yang diajarkan oleh Allah.

Di antara dalil tentang kebahagiaan Ramadhan adalah disaat seorang mukmin yang berpuasa sampai pada waktu berbuka puasa atau mendapati idul fitri dan kebahagiaan di saat seorang mukmin menjumpai Allah di surga.

Iklan Afiliasi

Konsep ini mengajarkan tentang kebahagiaan dengan dua dimensi yakni dunia akhirat dengan rumus kebahagiaan spiritual. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam QS Al Baqarah ayat 201 yang menegaskan akan kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan terhindar dari siksa api neraka.

Berbuka puasa seolah merupakan kebahagiaan material, namun esensinya adalah kebahagiaan spiritual, sebab berbeda antara orang yang makan di waktu maghrib tapi tidak puasa dengan orang yang makan di waktu maghrib karena berbuka puasa.

Sebab makan disaat berbuka puasa adalah makan di saat telah usai menjalankan perintah Allah, bukan semata makan untuk memenuhi rasa lapar dan haus. Ada nilai kebahagiaan spiritualitas dalam aktivitas material ketika Ramadhan.

Sementara kebahagiaan seorang mukmin saat menjumpai Allah di surga adalah puncak kebahagiaan yang tidak mungkin ada yang lebih tinggi dari kebahagiaan ini.

Jika negara yang berideologi demokrasi sekuler dan atau komunisme ateistik yang berpaham materialisme melakukan survey tentang tingkat kebahagiaan suatu bangsa di dunia, tentu saja standarnya adalah ketercapaian materi dalam arti materi an sich.

Artinya, kebahagiaan material an sich diukur sejauh mana masyarakat negara itu dapat mencapai kebutuhan sandang, pangan dan papan.

Iklan Afiliasi

Dengan demikian, maka negara yang mendapatkan rakyatnya tinggi otomatis akan menjadi negara paling bahagia di dunia, tidak peduli dari mana harta itu didapatkan.

Indeks Kebahagiaan Dunia (World Happiness Report) adalah sebuah indeks yang diterbitkan setiap tahun oleh PBB untuk mengukur tingkat kebahagiaan di negara-negara di seluruh dunia.

Indeks ini didasarkan pada berbagai faktor seperti pendapatan per kapita, harapan hidup, kebebasan individual, dukungan sosial, korupsi, dan persepsi terhadap korupsi.

Berikut adalah 10 negara teratas dalam Indeks Kebahagiaan Dunia pada tahun 2021:

  1. Finlandia,
  2. Denmark,
  3. Switzerland,
  4. Islandia,
  5. Belanda,
  6. Norwegia,
  7. Swedia,
  8. Luksemburg,
  9. Selandia Baru
  10. dan Austria.

Menurut Indeks Kebahagiaan Dunia tahun 2021, Indonesia menempati peringkat ke-76 dari 149 negara yang diukur.

Skor kebahagiaan Indonesia pada tahun tersebut adalah 5.345 dari skala 0-10, yang menunjukkan bahwa tingkat kebahagiaan rata-rata di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara di atasnya dalam peringkat.

Sementara di dalam negeri, BPS telah melaksanakan kajian tentang tingkat kebahagiaan beberapa kali, yaitu uji coba tahun 2012dan 2013, kemudian survei pengukuran tingkat kebahagiaan (SPTK) sebanyak 3 kali, tahun 2014, 2017, dan 2021.

Pendekatan yang digunakan adalah kepuasan hidup, afeksi, dan eudaimonia (pencapaian tujuan hidup).

 

Bersambung ke Bagian 5B

 

Diedit dari tulisan berjudul, "Ramadhan Transformatif (Bagian 5)", 8 April 2023, oleh Dr. Ahmad Sastra, M.M. (Dosen Filsafat Islam).


RuangMuamalah.id didukung oleh pembaca. Kami dapat memperoleh komisi afiliasi ketika Anda membeli melalui tautan di situs web kami. Komisi afiliasi ini kami gunakan untuk pengelolaan website dan perpanjangan sewa domain serta hosting. Jazakallah khoir.


 

 

 

Artikel Ahmad Sastra, Seri Ramadhan Transformatif